Nightdream-ing

Cold.
frozen forest.

Kepadamu, kutitipkan segala anganku.

Asma Nadia bilang,

“Cinta menurutku tak berwarna

ia menjadi jingga sebagaimana kau memaknainya

ia pun menjadi kuning, biru, dan merah sebagaimana kai menginginkannya

cinta bagiku tak ubahnya kumpulan narasi

tentang kejujuran dan keberanian

tentang kemarahan dan kasih sayang

cinta adalah lukisan yang unik dan tak terkatakan

sebab ia menenggelamkan kita

pada angan-angan dan mimpi yang abadi

dan cintaku padamu

adalah surga yang tak bisa kumasuki

jika tanpamu.”

(lupa sumbernya, tapi saya catet di diary saya tepatnya tanggal 17-01-2012)

Entah kenapa malem-malem besok UTS mektek tiba-tiba keinget syair ini. Suka banget. Dalem. Lugas. Jleb as well.

Asma Nadia salah satu penulis yang bikin saya ketagihan baca sebelum kecanduan sama Bang Tere Liye. Serial Aisyah Putri-nya cukup membekas dan mungkin salah satu alasan mengapa sekarang saya sedikit banyak berperilaku layaknya manusia.

Seriously, manusia. Yang punya rasa peduli dan sakit hati. Yang bisa berani dan takut dalam waktu yang bersamaan. Yang sadar bahwa dirinya bukan apa-apa tapi tetap saja meminta.

Yang punya cinta, entah untuk siapa, dan akan seperti apa endingnya.

Surabaya, 15 November 2015

11.57 WIB

Advertisements

2 Replies to “Nightdream-ing”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s