Hujan, dan Segala Hal yang Turun Bersamanya

large (3)
rain

“tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan Juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan Juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu”

– Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

Yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, Surabaya hujan, rek!

Memang bukan hujan pertama di peralihan musim ini, tapi setelah sempat hujan sejenak beberapa hari atau pekan yang lalu, Surabaya kembali membara dengan panasnya yang nyelekit dan hanya mendung bersama hawa panas yang tak kunjung berubah menjadi hujan.

Tapi pagi ini, Surabaya hujan, rek!

Hujan bukan hanya sekedar hujan untuk saya. Mungkin juga bagi beberapa lainnya, tapi yang jels hujan punya ruang tersendiri di hati saya.

Hujan selalu datang bersamaan dengan harumnya bau tanah yang menguar ke udara. Mungkin biasanya bau tanah ini muncul lebih dulu, tapi, yah, bau tanah selalu muncul di sekitar hujan. And I’m one of those weird people who love this smell. Sebenarnya nggak terlalu aneh kan ya? Maksud saya, siapa sih yang nggak suka bau tanah? Dingin, khas, tenang, enaklah pokoknya! Hehe.

Orang bilang, hujan membawa kembali berbagai kenangan yang pernah kita lalui. Baper… Tapi, nggak. Seriously, hujan emang kaya gitu. Hujan mungkin identik dengan perasaan galau, sedih, mellow, dan hal-hal yang berpotensi menimbulkan air mata. Tapi sejujurnya, bagi saya, hujan justru merupakan teman terbaik untuk mengingat kembali berbagai kenangan yang pernah saya lalui. Hujan memastikan saya tetap tenang betapa pahitnya kenangan yang terflashback di pikiran saya. Hujan juga menjaga pikiran saya tetap rasional saat mengingat kenangan-kenangan indah yang sudah lama terjadi dan mungkin tidak bisa terulang. I’m not overdo this, but that’s what I think.

Jika di suatu celah waktu saya membenci hujan, mungkin itu adalah saat dimana perasaan kesepian sedang menyerang ganas dan saya langsung.. homesick. Bukan, bukan langsung ingin pulang ke Bojonegoro, hanya jadi rindu berat dengan suasana hangat di rumah saat hujan. Teringat kaca yang berembun karena derasnya hujan, pojokan ruang sholat yang basah semua, hebohnya Ummi menyuruh untuk mengentas cucian di atas. Ah, hujan di rumah.

Tentu saja saya tidak munafik. Sesekali saya sebal dengan hujan. Bagaimana tidak sebal? Saat sudah rapi berdandan, tidak bisa keluar karena hujan tiba-tiba turun. Ketika cucian sudah kering tapi belum sempat atau lupa mengambilnya, tiba-tiba hujan. Sayangnya atau untungnya, hujan juga merupakan alasan terbaik untuk menghindar dari sesuatu hehe. Contohnya nih, saat mager banget untuk keluar, tapi sungkan untuk menolak yang mengajak, kalau hujan turun langsung aja si hujan dijadikan alasan. Pun saat malas untuk rapat dsb. Bukannya saya suka males rapat, tapi kan setiap orang selalu punya saat-saat ingin menghindar dari sesuatu.

 “Menangislah saat hujan,

ketika air membasuh wajah, agar tidak ada yang tahu kau sedang menangis, Kawan.”

– Tere Liye, Sajak Hujan.

Banyak sekali syair yang memiliki tema besar atau menyertakan secuil tentang hujan.

Salah satu dari sekian banyak waktu-waktu dimana inspirasi mengalir deras, menurut saya, adalah hujan. Mengapa hujan? Entahlah.

Mungkin karena bau tanah yang membawa berbagai ketenangan dan kedamaian di hati saya.

Mungkin karena berbagai kenangan yang dibawanya mampu membangkitkan ide-ide yang sebelumnya masih mengendap di angan.

Mungkin karena hujan selalu mengingatkan saya akan kehangatan rumah dan teh yang menunggu untuk diseduh.

Mungkin karena hujan membawa pergi berbagai kegelisahan dan kekhawatiran yang datang saat mendung.

Mungkin karena hujan meluruhkan segala kekecewaan dan membawa penerimaan turun ke pikiran.

Mungkin karena…

Karena hujan tak pernah sesederhana itu.

 

Surabaya, 19 November 2015

05.32 WIB

Allahumma shoyyiban naafi’an.

Advertisements

4 Replies to “Hujan, dan Segala Hal yang Turun Bersamanya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s