Mengapa?

Mengapa orang-orang tidak sesederhana saya?

Yang damai dengan melihat hijau dedaunan.

Yang sedih melihat sisa-sisa sampah di meja selasar.

Yang gembira saat bisa ngerjain satu dari tiga soal kuis matrek.

 

Mengapa orang lain tidak sesederhana saya?

Yang tidur saat mengantuk padahal tugas segunung.

Yang makan saat bête, dan alhamdulillah ampuh.

Yang nggak mandi kalau nggak butuh mandi (re: liburan, pulang malam, kesiangan, dsb).

 

Mengapa orang lain bisa lebih sederhana dari saya?

Yang mengatakan tidak jika memang tidak.

Yang bilang iya karena memang iya.

Yang diam saat ingin diam.

 

Manarul Ilmi, 17 Desember 2015

13.08 WIB

Advertisements

7 Replies to “Mengapa?”

  1. Bagaimana jika seorang yang diam ditengah keramaian yang tak disukainya, tapi hatinya jauh lebih ramai. Ingin mengatakan tidak, tapi “tidak” yang ia katakan tak akan menjadi masalah sederhana.
    Oke mbulet. Abaikan. Haha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s