Refleksi Akhir (atau Awal?) Semester

DSC_1810
bawang-bawang pendamai

Mari kita hidup tenang dan berdampingan seperti bawang merah dan bawang putih!

Bonjour!

Hello, Minggu yang tenang.

Saya paling suka membantu Ummi saya mengupas bawang. Sementara tangan saya bekerja, mata dan pikiran saya bisa melanglang buana.

Alhamdulillah sekali, saya masih bisa pulang Jum’at kemarin jadi bisa berakhir pekan di rumah. Kuliah baru akan mulai efektif besok Selasa. Thanks to Imlek yang jatuh pada hari Senin sehingga memerpanjang day-off.

Omong-omong kuliah, besok Selasa saya akan memulai semester empat saya!

Time goes by fast. Too fast.

Semester tiga yang bikin jungkir balik udah tertinggal jauh di belakang. Let me back to that time…

Semester tiga pertama kalinya saya nambah SKS. Setelah di tahun pertama cuma 18 SKS setiap semester, semester tiga saya ambil 23 SKS yang berupa delapan mata kuliah. Awal semester sih ngerasa kuat nan optimis. Pas udah tengah-tengah semester… kerasa yak ternyata 23 SKS-nya. Apalagi pake ikut ke Bandung buat jadi supporter KJI-KBGI, makin keleleranlah tugas-tugas saya.

Mulai dari Statistik dapet dosen yang… Subhanallah. Struktur Beton 1 yang bikin desperate. Technopreneurship yang bikin nginep kampus, sampai Matematika Rekayasa yang meskipun dosennya baik banget, saya cuma paham secuil dari keseluruhan materi. Maafin Bila, Ya Allah. Masih untung Struktur Statis Tak Tentu terselamatkan. Juga Mekanika Fluida sama Studi Kelayakan Finansial yang memuaskan. Ah, dan jangan lupa Rekayasa Lalu Lintas yang kalo gamau dibilang gabut, bisa dibilang santai. Hehe.

Makin lengkap ditambah konflik dengan salah satu sahabat saya, yang benar-benar menguras emosi dan melelahkan. Kami banyak belajar. Saya jadi lebih mengerti.

Bahwa ada berbagai macam orang dengan berbagai hal yang berkecamuk di otak mereka masing-masing.

Bahwa di dunia ini berbagai kepribadian harus saling mengerti jika ingin berjalan berdampingan.

Bahwa pada suatu hubungan, akan tiba masanya pada titik jenuh dan membutuhkan sedikit rehat.

Bahwa masing-masing orang membutuhkan perlakuan yang berbeda.

Bahwa tidak setiap masalah harus diselesaikan dengan cara sama, beberapa masalah hanya bisa diselesaikan oleh waktu.

Time heals everything.

Dan besok Selasa semester empat saya akan dimulai.

Will it be more interesting? Will it be more hectic? Will it be more amazing?

 

Bojonegoro, 7 Februari 2016

07.56 WIB

P.S. Hari Minggu dan nasi goreng buatan Ummi adalah perpaduan terbaik!

 

Advertisements

16 Replies to “Refleksi Akhir (atau Awal?) Semester”

              1. Hidrologi sebenernyaa masiiih gampang. Dulu aja dosenku resek, yakalik kan soalnya biasanya itungan gitu. ya mahasiswanya belajar hitungan dong ya? eh, yang keluar soal teori semua -______- kan resek wkwkw 😀

                Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s