Karena Bola itu Bundar

azadi-stadium-01

“I’m a football fan, a sports fan, a fan of competition.” – Matthew McConaughey

Minggu-minggu ini di fakultas saya sedang berlangsung SPARTAN. SPARTAN ini (saya lupa kepanjangannya) adalah suatu event perlombaan olahraga dan seni antar program studi yang diselenggarakan oleh BEM fakultas. Cabang olahraga yang dilombakan antara lain (re: yang saya ingat); bulu tangkis, bola basket, bola voli, dan futsal. Masing-masing cabor dilombakan untuk putra dan putri.

Ah, untuk bulu tangkis ada tunggal putra, ganda putra, dan ganda putri, tapi dengan sistem dua kemenangan. Eh, saya gatau nama sistemnya, pokoknya misal teknik sipil lawan arsitektur. Nah, pertama yang main tunggal putranya, kemudian ganda putranya, baru jika skor masih sama, ganda putri dimainkan.

Pada cabor bola basket, Alhamdulillah,tim putra S1 Teknik Sipil masih menjadi juara bertahan (YEEEEEYYYYY) setelah mengalahkan Diploma Sipil di final. Tim putrinya.. hm, ga masuk final pokoknya. Untuk cabor bulu tangkis, Alhamdulillah, S1 Teknik Sipil berhasil meraih gelar runner-up setelah dikalahkan Diploma Sipil di final. Sipil juara emang ya. Btw, tau kan kenapa saya menyebut program studi saya dengan embel-embel S1? Karena emang S1 sih… Hhe.

Final cabor bola voli baru akan dilaksanakan Jumat besok. Tim putra S1 Teknik Sipil akan melawan (seingat saya) Diploma Sipil. Wkwk ini FTSP isinya sipil semua apa ya… Tim putri kami hanya sampai semifinal setelah dikalahkan PWK (Perencanaan Wilayah Kota). Btw, saya pernah bercerita bahwa saya mengikuti komunitas voli di jurusan (Baca: No Limit? Really? ). Karena saya agak desperate dan tidak pernah ikut latihan, akhirnya saya jadi official tim voli putri. Official di sini adalah bahasa keren dari pembantu umum alias mbak-mbak bagian ngumpulin KTM a.k.a tukang ngambilin minum dan bawa bola. Wkwk ga sengenes itu kok, saya suka-suka aja. Itung-itung kontribusi dikitlah setelah ga pernah ikut latihan.

NAH, yang lagi hot-hotnya minggu ini adalah futsal.

Malam ini akan dilaksanakan pertandingan semifinal futsal putra. S1 Teknik Sipil lolos semifinal dan akan berlaga. Kemarin malam pertandingan tim futsal putri S1 Teknik Sipil vs Diploma Sipil. Masih penyisihan grup. S1 butuh menang untuk lolos semifinal setelah dua pertandingan sebelumnya imbang. Sedangkan Diploma hanya butuh imbang agar bisa lolos semifinal.

Pertandingan berlangsung lempeng karena yang main adalah cewek dimana mereka nggak segesit dan nggak seahli cowok yang dikit-dikit maen bola. Banyak passing dan shooting melenceng tapi ibu-ibu calon insinyur sipil ini tetap semangat lari-larian di lapangan. Dan di suatu menit di babak pertama pemain S1 Teknik Sipil berhasil membobol gawang Diploma. Kedudukan 1 – 0 hingga turun minum. FYI, untuk futsal putri, pertandingan berlangsung selama 10 menit x 2. Iya, satu babak sepuluh menit, iya. Khan ceweeek.

Babak kedua dimulai dan kedua tim saling jual-beli bola (bener nggak sih istilahnya? Wkwk). Sekitar menit 4 alias pertengahan babak dua alias seingat saya aja, terjadi kemelut yang lempeng di depan gawang S1 Teknik Sipil. Dan glundung…. Bola akhirnya masuk ke gawang Mbak Karim dengan aneh. Serius deh aneh. Macem-macem gol sepele gitu. Kedudukan berubah menjadi 1-1 L

Pertandingan dilanjutkan dengan tim S1 Teknik Sipil yang terus-menerus melakukan serangan. Pada satu menit terakhir bola keluar dan bola untuk S1 Sipil. Mbak Dwitya bersiap melakukan tendangan dari sekitar 4/5 lapangan. Mbak Dwitya menendang langsung ke arah gawang Diploma dan… GOOOOLLLL!! Refleks saya melihat ke waktu pertandingan yang menunjukkan angka 00:13.

Epic. That was epic!

Teriakan menggema dari supporter Sipil. Namun, semua berubah senyap saat wasit menunjuk tangan ke penjaga gawang. Bukan ke tengah lapangan.

WADEHEL?!!!

YAAPA SIH PAK? SING NGGENAH WOY, SIT! JELAS-JELAS GOL ANJ********IR!

WASIT G$%^#&!!

J!@#$% ^&*!! A*&^%$#@!

(Maafkan, kampus saya mayoritas cowok apalagi bertempat di Surabaya).

Pelatih dan official tim jurusan saya langung mengerubungi si pak wasit ewh dan memprotes karena hellaaaaw se-stadion juga ngelihat kalo yang barusan itu gol. Tapi katanya pak wasit ewh yang tadi itu handsball ato apa gitu, kalo kata anak-anak padahal udah second touch ato apaaa gitu. Ga paham rules-nya futsal.

Begitulah, pertandingan kembali dengan gol yang dianulir. Dan beberapa detik kemudian peluit panjang berbunyi tanda pertandingan telah selesai. Skor tercatat 1-1. Tim futsal putrid S1 Teknik Sipil resmi tersingkir.

Orang bilang bola itu bundar, jadi semua hal bisa terjadi dalam permainan. Bener banget emang yak. Malam sebelumnya tim futsal putra berhasil lolos semifinal setelah Si Budi (namanya emang Budi asli kok) ngegolin di satu menit akhir. Kemaren malam tim futsal putri gagal lolos setelah gol epic Mbak Dwity dianulir saat pertandingan sisa 13 detik. Eeq.

Karena tidak ada yang bisa dilakukan selain legawa, kita bisa menambahkan dengan doa dan latihan keras untuk SPARTAN yang akan datang. Semoga tahun depan tim futsal putrid dan putra bisa menjadi juara. FYI, tahun lalu tim futsal putri bisa mencapai final kok, meskipun kayanya kalah dan jadi runner-up.

Semoga nanti malam tim futsal putra bisa menang dan lolos final terus bisa jadi juara. Aamiin.

 

Surabaya, 20 April 2016

19.46 WIB

P.S. Tulisan ini dibuat sejak kelas Baja jam 11 tadi dan baru kelar sekarang setelah latihan nari. *pamer kalo orang sibuk*

Advertisements

16 Replies to “Karena Bola itu Bundar”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s