Tada Arigatou, Kue Kucur!

 

hello
source: pinterest

 

Selamat pagi, Surabaya! Halo lagi, dunia!

Sudah agak lama sejak terakhir saya menulis, gara-gara rentetan minggu Civil Expo ITS 2016, minggu ke-15 a.k.a minggu ter-hell sepanjang semester, dan ditutup minggu UAS. But, well, here I am!

Hari ini saya bangun jam tiga dini hari. Langsung meloncat dari atas kasur karena teringat belum sholat isya’. One of my oh-so-many bad habbits:( Ketiduran pas nonton film. Gatau kenapa kalo besok hari libur saya malemnya cenderung males tidur lebih awal, ngerasa wasting time gitu hehe (iya, maaf, Mi, maaf).

Jadi saya bangun kemudian sholat isya’. Sehabis sholat, saya yakin saya ga boleh tidur lagi karena kalo tidur bisa-bisa shubuh jam tujuh. Maka, saya buka folder ‘drama’ di laptop saya dan mulai tenggelam di dunia yang jalan cerita dan endingnya gitu-gitu aja tapi saya tetep suka. Hehe.

Nggak lama kemudian…

Krucuk krucuk.

Benar, sodara-sodara. Saya laper.

Subhanallah, itu padahal belum shubuh. Saya harus cari makan dimana? Nggak mungkin dong saya ke warung dan gabung sama bapak-bapak mas-mas yang belinya secangkir kopi tapi ngobrolnya sampe shubuh?

Salah satu kesedihan saya semenjak jadi anak kost adalah ini. Kelaparan tengah malam dan lagi ga ada snack sama sekali. Satu-satunya jalan adalah saya harus menahan rasa lapar ini dan mencurahkan konsentrasi saya pada drama yang saya tonton. FYI, judulnya: Beautiful Gong Shim. Bisa klik link ini kalo kepo wkwk.

Begitulah, singkat cerita adzan shubuh berkumandang, saya sholat, kemudian melungker lagi di kasur.

Loh?

Saya menunggu timing yang pas. Ada sebuah warung di dekat kost saya yang buka 24 jam dan setiap pagi menjual kue kucur yang hangat dan bikin ketagihan. Jadi, saat jam sudah menunjukkan pukul lima lebih tiga puluh-an menit, saya pake jilbab dan jaket kemudian cuss ke warung tersebut.

Sayangnya angan tak seindah kenyataan.

Saya ke sana dan lihat tempat kucurnya kosong. What? Udah jam segini padahal. Kata ibu-ibu warung, “Wah, kucurnya libur, Mbak. Kemarin orangnya bilang libur.”

Yasudah. Saya keluar dari warung dan jalan menuju kost saya.

Oh, nggak. Saya nggak langsung pulang ke kost. Saya jalan terus menuju ujung jalan yang berakhir di pertigaan. Biasanya di sana ramai penjual nasi pecel dan semacamnya. Jadi saya berharap bisa menemukan penjual jajanan yang ‘harusnya ada lah…’.

Dan Alhamdulillah, di ujung jalan sana ada sebuah meja yang di atasnya penuh jajanan kue basah seperti yang saya harapkan. Alhamdulillahnya lagi, ada kue kucuuurr! Syukur ya pembuat kue kucur di Gebang nggak cuma satu. Wkwk.

Saya pilih kue-kue itu, bayar, kemudian balik jalan ke kost-an. Dan saat itulah saya bener-bener bersyukur mbelani mencari kue kucur hingga sejauh ini (ini lebay, maafkan).

Tahu nggak apa yang saya lihat? Jadi jalan kost saya itu membentang dari timur ke barat. Ujung jalan yang saya maksud berada di barat, jadi saya balik jalan ke arah timur. Sekitar jam 6 pagi. Arah timur. Apa hayo?

Yes, matahari terbit. Bareng langit yang mendung-mendung gitu.

Well, call me hyperbolic. Apalagi ini yang saya omongin langit Surabaya dari salah satu gang paling padat. But, I am kind of those weird people who love about sky and its stuff.

Berjalan tenang melihat semburat matahari di langit sambil menenteng kue kucur di tangan kiri saya rasanya semacam rehabilitasi setelah minggu-minggu berat yang saya jalani. Tsaah..

 

Seperti sebuah janji bahwa dunia tidak akan berakhir buruk begitu saja.

 

Meskipun jawaban UAS banyak yang kosong. Meskipun asistensi laporan tidak berjalan baik. Meskipun laporan yang lain terlambat dikumpulkan. Meskipun ada LPJ yang belum terselesaikan.

Astaghfirullahaladzim jadi inget LPJ proker departemen saya yang masih magkrak.

Abaikan.

Gara-gara lihat langit itulah saya jadi punya semangat buat ngeblog lagi. Ingin berbagi bahwa hal sesederhana kue kucur dan langit pagi lebih mampu menyembuhkan hati dibandingkan hal-hal semacam nge-mall dan lainnya. Saya bukannya nggak suka nge-mall. Tapi nge-mall adalah salah satu bentuk refreshing yang bikin capek. Capek kaki, capek duit. Capek hati kalo lagi nggak punya duit.

Well, I’m enjoying my kucur right now. I would like to take its photo but I lost my phone last month so I don’t have a proper camera right now:(

Btw, happy weekend to you all!

I hope your weekend as nice as my morning!

 

Surabaya, May 28, 2016

06.48 am

P.S. Judul posting ini terinspirasi dari lagu dengan judul yang sama, Tada Arigatou oleh Monkey Majik.

Coba deh.

Advertisements

6 Replies to “Tada Arigatou, Kue Kucur!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s