Tugas Besar dan Tugas-tugas Lain yang Tak Kalah Besar

q-blog
Semester lima banget

Warning: curcol, cuap-cuap ga penting

Haloha!

Di siang hari yang hujan, mood menulis saya muncul. Jadi, mengabaikan si Nida yang ingin tidur siang dengan gelap-gelapan alias lampu yang mati, saya nyalain lampunya lagi berikut laptop saya.

Seperti janji saya yang lalu, saya ingin menceritakan sekelumit (ceilah bahasanya) hidup saya di semester lima. Kelar semester empat, saya mengawali semester lima dengan gembira karena di awal semester saya ikut bagian jadi panitia Gerigi ITS yang super-duper seru (!) sama sempet main ke gunung dan pantai (sebenernya dulu pengen cerita tentang ini tapi keburu kena semester lima yha:( ). Aduh, sampe mana tadi? Pokoknya awal-awal sebelum masuk semester lima seru banget deh. Kemudian masuk semester lima…

Semester yang senior-senior pasti bilang,

“Wah, semangat ya semester lima!”

“Semangat ya, aku dulu ga pernah tidur rasanya!”

“Semangat ya semester lima wkwkwk”

“Semangat ya tubes-tubesnya…”

“Semangat ya..”

“Semangat…”

Jadi ada 20 SKS semester ini, saya nambah Perencanaan Bandara (2 SKS) jadi total 22 SKS. Hmm, harusnya bisa lah ya. 22 SKS di sini bukan sembarang 22 SKS, begini rinciannya

  1. Struktur Bangunan Beton (+ Tugas Besar) (4 SKS)
  2. Struktur Bangunan Baja (+Tugas Besar)( 4 SKS)
  3. Timbunan dan Konstruksi Penahan Tanah (4 SKS)
  4. Teknik Irigasi dan Drainase (4 SKS)

*seriously, this 4 SKS list kills me inside.

  1. Program Bantu untuk Teknik Sipil (2 SKS)
  2. Perencanaan dan Permodelan Transportasi (2 SKS)
  3. Perencanaan Bandara (2 SKS)

FYI, timbunan itu ada studi kasus yang bakal bikin makalah dan presentasi di minggu-minggu akhir perkuliahan. Irigasi dan drainase ada tugas besar masing-masing satu. Dan jangan kira yang dua SKS juga mudah untuk dilalui.

Thanks to Bu A yang udah menyarankan untuk mendaftar tugas besar cepet-cepet. Kenapa? Tugas-tugas besar ini bisa dikatakan bukan tanpa alasan yang tidak jelas. Tidak lain dan bukan adalah… yuhu. Dosen asistensi.

Angkatan saya bisa bernapas lega karena ga kaya angkatan sebelumnya, untuk tubes kali ini kita bisa pilih sendiri partner tubes kita. Nah, karena literally saya 24 jam bareng Ulin, Bebel, dan Firda, kita undian sendiri buat nentuin sekelompok sama siapa. Hasilnya Baja sam Ulin, Beton sama Firda. Irigasi? Drainase? Sendiri……karena emang tubesnya sendiri.

Nah, karena urusan partner udah aman, tinggal urusan dosen asistensi. Dosen asistensi ini bisa dibilang sangat menentukan kelancaran dalam mengerjakan tubes karena yah… tugas besar pada umumnya adalah tugas perencanaan yang dalam merencanakan tiap tahapnya, tiap minggu kita harus asistensi ke dosen yang telah ditentukan. Yupsky, asistensi adalah makanan setiap minggu kita. Di asistensi inilah, tugas besar kita dikoreksi oleh dosen kita. Ada dosen yang baik, mau nerangin, mau jawab apa aja pertanyaan kita saat asistensi. Ada dosen yang nanya-nanya mulu pas asis, tapi ga ngasih solusi. Ada dosen yang killer, killer deh pokoknya. Ada dosen yang susah ditemui, ada dosen yang harus asis di rumahnya, ada dosen yang cuma iya-iya aja, ada beribu macam dosen dah pokoknya (padahal jumlah dosen ga sampe ratusan wk).

Thanks to Bu A, dosen Baja saya, yang udah menyarankan untuk mendaftar tugas besar cepet-cepet. Kenapa? Karena dosen-dosen yang ‘enak’ asisntensinya namanya pada diawal. Contohnya, Pak B, Bu A sendiri, Pak D (because he is very selow mellow kaya di pantoy apa dehhh, pokoknya selaw dah), sementara dosen-dosen killer namanya abjad-abjad akhir. Kaya Pak *********, Bu ********, dsb, dsb, ehehehehehe.

Alhamdulillah sekali saya Baja dapet dosen asistensi Pak B yang baikkk dan asistensi Beton bersama Pak D Mr. Selow. Alhamdulillah.  Kemudian dimulailah petualangan saya bersama tugas-tugas besar saya di semester lima.

Meanwhile (mohon diingat Baja dan Beton bukan satu- eh dua-duanya matkul saya semester ini),

Timbunan dapet kelasnya Bu Y (luvvv) featuring Mr. W yang banyakan ceritanya daripada ngajarnya tapi alhamdulillah meskipun ga terlalu paham turap tapi kalo soal dinding penahan masih bisa lah ya.  Walaupun gabisa Geoslope juga:(

Kemudian ada Teknik Irigasi dan Drainase. Teknik Irigasi dan Drainase ini sebenernya adalah dua matkul yang dijadiin satu. Irigasi dan Drainase. Irigasi plus tubesnya untuk setengah awal semester, selesai UTS ganti Drainase plus tubesnya. Hmm, untung Pak Bm baik bangeeet. Drainase sama Bu C… ah, sudahlah. Suram Drainaseku. Bismillah aja. Bismillaahirrohmaanirrohiim.

PBT alias PBUTS alias Program Bantu untuk Teknik Sipil bersama Pak M dan Pak Bt *insert star icon* Plaxis sama Pak M and I got… nothing. I don’t get anything at all. Bisa sih dikit-dikit. Dikit POL. Maafkan saya, Pak. Kalo Pak Bt bertugas mengajar AutoCAD dan karena AutoCAD dijadwalinnya abis UTS, Pak Bt ga ngajar apapun jadinya. Ngasih tugas tok. Yah gimana? Orang dari awal semester kita semua udah terpaksa autodidak AutoCAD gara-gara tubes…

Kelas PPT finally saya diajar Bu H dan.. asyik sih Ibuknya. Abis UTS diajar Pak Why alias Rajab versi bapak-bapak atau kita biasa memanggil beliau Pak W. Bapaknya baik dan anak-anak kelas PPT baik dan suka berbagi sampe-sampe tugas UAS aja tinggal ganti NRP di excel dan udah kelar. Tqu so much Riky penyelamat PPT!

Kemudian yang terakhir Perencanaan Bandara… Bu E, dosen terbaik hati yang pernah saya kenal. I mean it. Baik hati yang bener-bener baik hatinya. Salah satu senior saya bilang Bu E tuh kaya bidadari. Dan ga salah sih. Yang salah saya. Kenapa setiap kelasnya saya duduk di belakang dan ga serius merhatiin. Bayangin aja, kelas Bu E penuh banget sampe 50an mahasiswa. Saya yang biasa sekelas cuma 30an kan jadi… males. 50an dan bareng senior, maklum matkul semester 7 sih emang. Tapi banyak banget dan ibunya halus banget dan saya mulai cari-cari alasan. Ya pokoknya kalau sampai harus ngulang Bandara, saya ikhlas. Naudzubillah.

Well, ternyata 16 minggu sesingkat itu.

Berkat segala kuasa-Nya, doa orangtua, bantuan dan semangat teman-teman, tubes kelar! Tubes kelar ini sesuatu banget loh. Karena kami saya adalah deadliner sejati, H-3 dan H- selanjutnya pasti nginep mulu di kampus. Nubes! Untung aja tubes saya ga perlu penuh drama semacam flesdis ilang, kepotong pas dijilid, dsb kaya anak-anak. Walaupun banyak banget cerita dari anak-anak kemaren tentang tubes yang lucu-lucu bikin ketawa, sedih bikin nangis, dan yang paling penting sih berhasil terkumpul dan bikin kita semua tersenyum lega. Fiuhhh…

Dan udah jadi tradisi, tubes kelar berarti foto-foto bersama tubes. Seseneng itu emang.

a
Bersama tubes Baja :’)

Well, semester lima saya yang penuh lika-liku (yak lebay), bukan cuma tentang mata kuliah dan dosen-dosennya. Ada hal-hal lain yang bikin semester lima penuh tawa dan air mata. Dan karena post ini rasanya udah panjang banget, disambung post selanjutnya ya!

Bojonegoro, 30 Desember 2016

02.44 PM

FYI, tubes saya tulis tangan semua.

Advertisements

2 Replies to “Tugas Besar dan Tugas-tugas Lain yang Tak Kalah Besar”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s