Indonesia Darurat Pornografi

I am in the middle of the hectic-hell-week but still have a little time to read this kind of heartbreaking news.

Catatanku

Kejadian perkosaan yang memilukan dan berakhir dengan pembunuhan telah menggoncang negeri ini. Dua diantaranya adalah kematian Yuyun, pelajar SMP di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dan kematian Eno, buruh pabrik di Tangerang. Yuyun diperkosa ramai-ramai oleh 14 pemuda dan remaja, setelah diperkosa lalu dibunuh dan mayatnya dibuang ke dalam jurang. Sedangkan Eno diperkosa oleh tiga pemuda dan remaja, setelah dinikmati tubuhnya lalu dia dibunuh seecara biadab dengan memasukkan gagang pacul ke dalam (maaf) kemaluan korban. Sadis dan biadab! Binatang saja tidak sebiadab mereka ini.

yuyun Simpati buat Yuyun, siswi SMP yang diperkosa dan dibunuh oleh 14 remaja (Sumber gambar: Internet)

Hal yang sangat memprihatinkan adalah pelaku perkosaan sekaligus pembunuhan itu ada yang masih di bawah umur. Umurnya masih 12 hingga 15 tahun. What? Dulu usia tersebut masih dianggap cukup kecil untuk mengenal (maaf lagi) hubungan seks, tetapi sekarang zaman sudah berubah. Anak-anak lelaki sekarang cepat sekali matang, mereka sudah…

View original post 300 more words

Advertisements

Makar ‘Kaum Sodom’ Bertopeng HAM

“Pada dasarnya perilaku LGBT merupakan kebiasaan buruk dan suatu penyimpangan pola perilaku yang dapat diubah / disembuhkan sehingga dapat membuat mereka kembali menjadi manusia normal seutuhnya.”

Iwan Yuliyanto

LGBT

Bismillah …

Melanjutkan artikel sebelumnya, ketika “hak asasi manusia” LGBT untuk menikah dilegalkan oleh negara, yang terjadi justru memberangus hak-hak fundamental mayoritas warganya. Bagi yang ketinggalan mengikuti, silakan terlebih dahulu membacanya. Ada surat dari seorang anak dewasa yang dibesarkan oleh orang tuanya yang gay di negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Miris.

Di Indonesia, kelompok LGBT dan aktivis pendukungnya menuntut pemerintah melegalkan pernikahan sesama jenis dengan dalih untuk mengikuti perkembangan zaman, modernisasi, dan tuntutan hak asasi manusia. Namun karena telah mendapat penentangan keras dari berbagai pihak, tuntutan legalisasi same-sex marriage kini dibungkus dengan sangat halus. Isunya kemudian dikemas seolah-olah ada pelanggaran HAM. Itulah gay politics. Dengan tagline “Indonesia Tanpa Diskriminasi”, secara masif mereka bersuara di berbagai media sosial, ruang seminar, goes to campus, aksi simpatik, pawai keliling dengan membawa isu diskriminasi dan pelanggaran HAM terhadap kaum LGBT.

Sesungguhnya HAM yang mana yang dilanggar oleh negara terhadap kaum…

View original post 1,420 more words

Ketika Isu Freeport Dilibas “Papa Minta Saham”

Well.. What’s ur opinion?

Catatanku

Pemerintahan sekarang selalu saja gaduh. Tidak hanya Pemerintahnya, badan legislatif juga ikut gaduh. Kegaduhan terbaru adalah kasus “papa minta saham” kepada PT Freeport Indonesia, yang disebut-sebut sebagai pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden oleh Ketua DPR.

Setiap hari kasus ini mewarnai media. Hampir setiap orang berbicara, mulai dari pejabat tinggi, politisi, polisi, jaksa, hingga netizen pun meramaikan perang panas di dunia maya. Panggung negara kita seakan tidak pernah berhenti dari kegaduhan.

Namun, ribut-ribut masalah papa minta saham telah mengaburkan substansi yang sebenarnya, yaitu perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia pasca tahun 2021. Kita rakyat Indonesia terlalu asyik mengikuti irama tetabuhan yang gaduh itu, sementara pejabat Freeport mungkin saat ini sedang happy, karena diam-diam perpanjangan kontrak karya sudah diberi lampu hijau persetujuan atau malah sudah disetujui untuk diperpanjang(?).

Tanpa banyak orang tahu, kontrak karya itu tampaknya akan resmi diperpanjang. Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan siaran pers yang…

View original post 468 more words