Kamu-ku

vintage
door handle (source: pinterest)

Sekian lama melanglang buana

Toh akhirnya kamu juga

Yang bisa buat hati penuh warna

Penyebab prasangka kemana-mana

Sudah lama menepis rasa

Toh semua tetap sama

Entah karena terbiasa

Atau justru karena lama tak sua

Terlalu lama memendam rindu

Toh yang merasa hanya aku

Mungkin karena kamu bukan untukku

Sebab aku bukan kamu-mu

 

Bojonegoro, 19 Januari 2017

 

Ditulis penuh ketergesaan akibat baper baca post-nya Mbak Dila.

Ah, urusan hati memang rumit. Atau manusia sendiri yang memang suka merumitkan urusan hati?

Semester Lima Asyique

7
Sempet-sempetnya ke Palembang 😀

Hello, world.

It’s been a long time since I surf(?) you, WordPress.

Lama banget ga nulis sampe rasanya kagok sendiri. Lama banget ga menelurkan pikiran-pikiran yang berseliweran dalam kata-kata sampe rasanya bingung harus nulis apa.

Pengen cerita tentang how my 5th semester’s going, but, so much to share.

But, well, kalo dirangkum dalam satu caption foto buat Instagram jadi gini, Continue reading “Semester Lima Asyique”

Yang Fana adalah Waktu*)

stock-photo-80191837.jpg
worlds appart by Carlos Canales

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:

memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

sampai suatu hari

kita lupa untuk apa.

“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”

tanyamu.

Kita abadi.

 

(Yang Fana adalah Waktu, Sapardi Djoko Damono, 1978)

 

*) Sudah jelas. Judul dan isi milik SDD. Saya cuma bondo kuota.