Yang Fana adalah Waktu*)

stock-photo-80191837.jpg
worlds appart by Carlos Canales

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:

memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

sampai suatu hari

kita lupa untuk apa.

“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”

tanyamu.

Kita abadi.

 

(Yang Fana adalah Waktu, Sapardi Djoko Damono, 1978)

 

*) Sudah jelas. Judul dan isi milik SDD. Saya cuma bondo kuota.

Nightdream-ing

Cold.
frozen forest.

Kepadamu, kutitipkan segala anganku.

Asma Nadia bilang,

“Cinta menurutku tak berwarna

ia menjadi jingga sebagaimana kau memaknainya

ia pun menjadi kuning, biru, dan merah sebagaimana kai menginginkannya

cinta bagiku tak ubahnya kumpulan narasi

tentang kejujuran dan keberanian

tentang kemarahan dan kasih sayang

Continue reading “Nightdream-ing”