A Boy (or Man)

Bojonegoro, June 27th, 2017

 

So, there is a boy.

He is so bright.

He talks a lot. He argues everything.

 

Well, there is a boy.

He has a couple of dimple.

He owns a confident smile. He laughs not-so often.

 

Then, there is a boy.

He doesn’t annoy me anymore.

He isn’t some wee child. He is a grown up man now.

 

There is a boy. Or man.

I don’t really know him.

We don’t really talk.

We don’t really call each other.

We don’t even see each other.

But I just… Continue reading “A Boy (or Man)”

Advertisements

Yang Fana adalah Waktu*)

stock-photo-80191837.jpg
worlds appart by Carlos Canales

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:

memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

sampai suatu hari

kita lupa untuk apa.

“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”

tanyamu.

Kita abadi.

 

(Yang Fana adalah Waktu, Sapardi Djoko Damono, 1978)

 

*) Sudah jelas. Judul dan isi milik SDD. Saya cuma bondo kuota.

Nightdream-ing

Cold.
frozen forest.

Kepadamu, kutitipkan segala anganku.

Asma Nadia bilang,

“Cinta menurutku tak berwarna

ia menjadi jingga sebagaimana kau memaknainya

ia pun menjadi kuning, biru, dan merah sebagaimana kai menginginkannya

cinta bagiku tak ubahnya kumpulan narasi

tentang kejujuran dan keberanian

tentang kemarahan dan kasih sayang

Continue reading “Nightdream-ing”