Yang Fana adalah Waktu*)

stock-photo-80191837.jpg
worlds appart by Carlos Canales

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:

memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

sampai suatu hari

kita lupa untuk apa.

“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”

tanyamu.

Kita abadi.

 

(Yang Fana adalah Waktu, Sapardi Djoko Damono, 1978)

 

*) Sudah jelas. Judul dan isi milik SDD. Saya cuma bondo kuota.